SKADRON PENDIDIKAN 201
RAMANTE BHAKTINO NANTE
skadron pendidikan 201
RAMANTE BHAKTINO NANTE - PERSEMBAHAN YANG UTAMA DALAM TUGAS ADALAH PENGABDIAN
Kalimat sakral ini tidak hanya berfungsi sebagai motto, tetapi juga merupakan landasan filosofis dan pedoman utama yang menginspirasi setiap program pendidikan di Skadron Pendidikan 201. Lebih dari sekadar membekali personel TNI AU dengan kompetensi teknis, Skadik 201 bertekad mendidik calon-calon prajurit yang memiliki integritas moral tinggi dan etos pengabdian total. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap lulusan mampu mengaplikasikan profesionalisme yang dimiliki, bukan demi kepentingan pribadi, melainkan sebagai wujud bakti dan pengabdian paripurna kepada bangsa dan negara, khususnya dalam mengawal kedaulatan dirgantara Republik Indonesia di bawah panji TNI Angkatan Udara.
SEJARAH SKADIK 201
1. Latar Belakang dan Tujuan Proyek Ganesha
Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sistem senjata (alutsista) udara yang semakin canggih, TNI Angkatan Udara (TNI AU) bertekad mengembangkan sistem pendidikannya. Untuk itu, TNI AU merintis kerja sama dengan PT Telemedia Nusantara (Telemedia Program, Amerika Serikat) sejak tahun 1981, yang kemudian diperkuat melalui penandatanganan kontrak konsultan pada 25 Agustus 1982.
Kerja sama ini diresmikan sebagai Proyek Ganesha pada April 1983.
Tujuan Utama: Pengembangan pendidikan dan transfer of training technology (alih teknologi pendidikan) untuk menghasilkan metodologi pendidikan dan materi bagi Mekanik, Teknisi, dan Penyelia.
Fokus: Mencetak personel yang profesional dan qualified, terutama dalam penguasaan Bahasa Inggris Teknik (karena hampir semua referensi alutsista menggunakan Bahasa Inggris) dan keahlian teknis.
Pendorong: Kebutuhan mendesak untuk kaderisasi teknisi, terutama setelah para teknisi senior (Proyek Naya) mendekati masa purnabakti, agar alutsista udara tetap mampu operasional dan mandiri.
2. Penerapan Metode Pendidikan
Proyek Ganesha memperkenalkan dan mengaplikasikan metode Instructional System Development (ISD) atau Pengembangan Sistem Pendidikan.
ISD adalah proses perencanaan program pengajaran yang teratur untuk memastikan siswa dididik dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang benar-benar diperlukan untuk melakukan pekerjaan tertentu.
Pendidikan yang diselenggarakan Proyek Ganesha merupakan Paket Pendidikan selama kurang lebih dua tahun untuk calon Bintara teknisi TNI AU.
Program Kunci Awal:
Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT/SBITL): Untuk membekali penguasaan Bahasa Inggris umum dan teknik.
Instructor Training Course (ITC): Kursus bagi instruktur.
Sekolah teknis lainnya (seperti Aviation Electronic and Electricity Course dan Basic Mechanical Skill Course).
3. Integrasi Wingdik 2 dan Pembentukan Lanud Sulaiman
Pada tahun 1983, Lanud Sulaiman (yang saat itu masih menaungi Wingdik 2) diserahi tugas menyelenggarakan pendidikan dengan sistem ISD.
Berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/23/III/1985 (11 Maret 1985), Lanud Sulaiman dan Wingdik 2 diintegrasikan menjadi Lanud Sulaiman di bawah Kodikau.
Konsekuensi: Wingdik 2 dinyatakan dibubarkan, dan seluruh tugas, fungsi, serta sekolah di dalamnya dikelola oleh Lanud Sulaiman.
Tugas Pokok Baru (1987): Penyelenggaraan pendidikan TNI AU (khususnya Elektronika), Operasi Udara, dan pembinaan potensi dirgantara.
Pola Pendidikan: Lanud Sulaiman menyelenggarakan pendidikan menggunakan metode ISD (meliputi SBITL, Sejursar) dan Non ISD (meliputi Sesarcabpalek, Sedasavi, Sekomnav, Seradar).
4. Pembentukan Wingdik 200/Elektronika dan Skadik 201
Setelah integrasi Wingdik 2 dan peningkatan tugas pendidikan di Lanud Sulaiman (berdasarkan Skep Kasau 1985 dan 1987), struktur organisasi pendidikan elektronik di Lanud tersebut terus berkembang untuk menghadapi kebutuhan alutsista yang makin kompleks.
Pembentukan Wingdik 200/Elektronika: Untuk mengelola seluruh Sekolah Elektronika dan teknik yang ada di Lanud Sulaiman—yang sebagian besar menggunakan metode ISD—maka dibentuklah Wing Pendidikan 200/Elektronika (Wingdik 200/Elektronika).
Kedudukan: Pada masa awal pembentukannya, Wingdik 200/Elektronika berkedudukan langsung di bawah Pangkalan TNI AU (Lanud) Sulaiman.
Posisi Skadik 201: Dalam struktur baru ini, Skadron Pendidikan (Skadik) 201 dibentuk dan ditetapkan sebagai salah satu satuan pelaksana di bawah Wingdik 200/Elektronika. Skadik 201 mengambil alih dan melanjutkan tugas pendidikan instruktur, Bahasa Inggris Teknik, dan beberapa pendidikan teknis dasar yang krusial, melanjutkan warisan dari Proyek Ganesha.
5. Beralih Komando ke Pusdiklat Kodiklatau
Struktur organisasi TNI AU terus mengalami penyesuaian untuk efektivitas pembinaan dan pendidikan.
Perubahan Kodal: Wingdik 200/Elektronika kemudian mengalami perubahan Komando Pengendalian Latihan (Kodal Latihan) dari semula di bawah Lanud Sulaiman.
Kedudukan Baru: Wingdik 200/Elektronika beralih kodal ke bawah Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Kodiklatau).
Implikasi: Perubahan ini memperkuat peran Wingdik 200/Elektronika, dan secara otomatis Skadik 201 yang berada di bawahnya, sebagai lembaga pendidikan kejuruan spesialis Elektronika yang terpusat dan terstandardisasi di tingkat Komando Utama (Kotama) pendidikan TNI AU, yaitu Kodiklatau.
Komandan Skadik 201
Komandan Skadik 201 Wingdik 200/Elektronika saat ini dijabat oleh Letnan Kolonel Elektronika Bambang Aji S.N., A.Md. merupakan lulusan Sepa PK TNI Angkatan 2004
Personil Skadik 201

Kapten Sus Bagus Kuriawan, A.Md.
Ps. Kasilamja Skadik 201

Kapten Sus Anggi Ramdani, S.Pd.
PS Kasiops Skadik 201

Kapten Lek Syahrial Aris
Perwira Instruktur

Lettu Lek Firman Nurmansyah
Kasubsihar Skadik 201

Lettu Sus M. Rizqullah Fakhri, S.Pd.
Kaurevaldik Skadik 201

Peltu Yaya Winarya
Bintara Instruktur Skadik 201

Sema Asep Gunawan
Bintara Instruktur Skadik 201

Sema Guntar Pati Baely, S.Pd.
Ba Lamja Skadik 201

Serma R. Dwi Leily Lutfia
Kaurevaldik Skadik 201

Praka Sidiq
Bintara Instruktur Skadik 201

PNS Eko Widjajanto, A.Md.
Tur Opr Komp Urtu Skadik 201

PNS M. Suprapdi
Kaurtu Skadik 201

PNS Dika Agus Kestiawan, A.Md.
Tur Adminu Siops Skadik 201

PNS Dwi Eni
................

PNS Bayu Ari Laksono, A.Md.
Tur Adminu Pokgadik Skadik 201

PNS Deni M.
Tur Adminu Flight C

Cep Tegar Muharam
Honorer Skadik 201

Mang Agus
Honorer Skadik 201